Membaca pola kegempaan, bukan sekadar melihat titik.
Bandingkan Dua Wilayah
Pilih dua zona di Atlas Earth untuk melihat perbedaan frekuensi, magnitudo, kedalaman, klaster, dan konteks tektoniknya.
Tanya Earth
Punya pertanyaan tentang gempa, klaster, dampak, atau tsunami? Tanya menggunakan data yang tersedia di EarthAlert.
Jawaban dihitung dan ditelusuri dari data EarthAlert, tanpa mengirim pertanyaan ke layanan AI eksternal. Bukan prediksi, penilaian risiko resmi, atau peringatan dini.
Kajian kejadian & berita relevan
Rujukan BMKG membantu memahami kejadian nyata di sekitar zona terpilih. Artikel tidak dipakai untuk melatih atau memvalidasi tingkat bahaya klaster.
Riwayat Gempa BMKG 2016–2026.
Arsip kejadian tercatat dari RepoGempa BMKG. Pilih tahun, magnitudo, kedalaman, wilayah, serta urutan. Tahun 2026 baru sampai 12 Oktober; data tidak tersedia pada 52 tanggal historis tidak dianggap nol kejadian.
Frekuensi kejadian teramati per tahun
Angka adalah jumlah rekaman yang berhasil diunduh per tahun. Perubahan kelengkapan katalog, termasuk lonjakan rekaman M<3 pada 2025, dapat memengaruhi perbandingan.
Dampak Gempa
Jelajahi dampak gempa signifikan dan tsunami 2016–2025 dari dua katalog BMKG, lengkap dengan lokasi, parameter dan catatan pengamatannya.
Wawasan Mitigasi
Pelajari kesiapsiagaan berbasis kasus gempa dan dua belas jenis ancaman bencana menurut rujukan BNPB.
12 jenis ancaman bencana di Indonesia
Referensi BNPB untuk pembelajaran; tidak dimasukkan sebagai variabel K-Means.
Rencana Nasional Penanggulangan Bencana · BNPB ↗Gempa Terkini BMKG
Tampilan snapshot kejadian resmi dari BMKG Open Data, terpisah dari arsip historis dan pemodelan K-Means. Waktu pembaruan ditampilkan apa adanya.
Snapshot informasi gempa terbaru
Klik Update untuk mencoba membaca feed resmi BMKG Open Data sesuai kategori. Jika browser membatasi akses lintas situs, sistem mencoba snapshot yang tersedia di hosting atau kamu dapat mengimpor JSON resmi BMKG. Fitur ini bukan pengambilan data historis RepoGempa.
| Waktu | Magnitude | Kedalaman | Wilayah | Potensi / Dirasakan |
|---|---|---|---|---|
| Belum ada data — jalankan server lokal atau impor JSON. | ||||
Metodologi dan sumber data.
Semua angka dan batasan sistem dijelaskan agar hasil dapat diuji ulang, bukan hanya dilihat sebagai visualisasi.
K-Means dari katalog BMKG
- Ekspor katalog RepoGempa BMKG dan audit ID, tanggal, magnitudo, kedalaman, serta lokasi.
- Gunakan 2016–2025 untuk pemodelan 10 tahun kalender; 2026 hanya untuk tab riwayat.
- Uji batas magnitudo M≥3 dan M≥4; skenario atlas utama memakai M≥4.
- Agregasi kejadian pada heksagon luas setara beradius 65 km, minimal 10 rekaman per sel.
- Hitung frekuensi, magnitudo P90, median kedalaman; transformasi log untuk frekuensi dan kedalaman, lalu StandardScaler.
- Uji k=2–8 melalui WCSS/Elbow, Silhouette, Davies-Bouldin, ukuran kelompok dan ARI leave-one-year-out.
- Tampilkan profil empat klaster, bukti kejadian, dan edukasi mitigasi pada lapisan berbeda.
Evaluasi k=2 sampai k=8
Silhouette Score
Semakin tinggi, pemisahan klaster semakin baik.
Nilai tertinggi pada k=4 (0,347). k=6 mendekati nilai tersebut, tetapi menghasilkan kelompok yang sangat kecil.
Elbow (WCSS)
Penurunan WCSS menurut jumlah klaster.
Berdasarkan WCSS model BMKG yang sama. k=4 ditandai; pemilihan model tetap mempertimbangkan metrik lainnya.
Pada skenario heksagon M≥4, k=4 menghasilkan Silhouette 0,347 dan Davies–Bouldin 0,946. Median ARI penghilangan satu tahun ≈0,810. k=6 hampir setara pada Silhouette, tetapi menghasilkan kelompok sangat kecil. Hasil adalah profil seismisitas, bukan kelas risiko.
Empat kelompok heksagon
| Klaster | Heksagon | Median jumlah M≥4 | Median P90 magnitudo | Median kedalaman |
|---|
Angka median dihitung antarsel per klaster; tidak diurutkan sebagai tingkat bahaya atau tingkat keselamatan.
Cakupan, audit, dan ketidakpastian
Ekspor RepoGempa BMKG menghasilkan 138.229 rekaman unik hingga 12 Oktober 2026 dan 126.686 rekaman untuk model 2016–2025. Dari periode model, terdapat 22.422 kejadian M≥4; sebanyak 333 heksagon memenuhi minimal 10 kejadian per sel.
CSV digabung dan diaudit berdasarkan identitas, waktu, koordinat, magnitudo, kedalaman, serta rekaman berulang. Sebanyak 52 tanggal tanpa catatan ekspor berarti data tidak tersedia, bukan nol gempa. Perubahan kelengkapan katalog, terutama pada 2025 dan magnitudo kecil, membatasi penafsiran tren tahunan.
Model memakai frekuensi M≥4, magnitudo P90, dan median kedalaman; transformasi log1p dilakukan untuk frekuensi dan kedalaman, diikuti StandardScaler. Pemilihan k=4 mempertimbangkan Silhouette 0,347, Davies–Bouldin 0,946, ukuran setiap klaster, dan kestabilan pengelompokan.
Dua katalog BMKG mencatat kejadian signifikan/merusak serta tsunami historis, bukan semua gempa. Dampak, korban, dan tsunami bukan hasil perhitungan K-Means dan tidak digunakan untuk melatih model. Angka katalog dapat merujuk satu kejadian atau satu rangkaian dan harus dibaca bersama catatan aslinya.
Peta sesar aktif InaRISK/BNPB dan geologi regional BIG merupakan lapisan informasi pendukung dengan skala serta kelengkapan berbeda. Kedekatan lokasi terhadap sesar bukan bukti pasti sumber gempa atau tingkat risiko. EarthAlert bukan sistem prediksi, penetapan risiko resmi, ataupun peringatan dini.
